Suatu hari di pesmi aku membereskan laci, lalu kutemukan sebuah
binder besar di dalamnya. Tiba-tiba aku kepo dan membuka binder yang kupunya
sejak kelas 1 Mu’allimien itu, karena aku tahu kalo di dalamnya terdapat banyak
tulisanku semasa jahiliyyah era, semasa still blue gitu lah!
Hahaha.
Memang benar, tulisanku 3 tahun lalu masih ada dan macem-macem.
Kayak motivasi, mimpi, cinta, gambar-gambar setengah jadi, dsb (dan saya
bingung).
Kalo tentang cinta sih nggak aku baca, pastinya lebay banget
dan dengan sudut pandang gadis yang still blue banget. Lha wong
ceritaannya juga pas lagi feeling blue banget sih, jadi takut terkenang
luka lama. Maka perhatianku tertuju pada hal-hal yang kuimpikan. Dulu aku
pengen banget dapet ranking 1 di sekolah dan berambisi masuk Psikologi UI.
Pokoknya, I will do many efforts for get high education with scholarship and
don’t make difficulties for my parent. Dan perhatianku makin tertuju pada
sebuah halaman yang terdapat tulisan: HARAPANKU BISA MASUK 3 BESAR DI KELAS
AGAR DAPAT BEASISWA BUAT KULIAH!
Hatiku bergetar dan pikiranku diselimuti lamunan panjang. Aku
mencoba membuka lagi memori untuk mengingat sekeras apa usahaku 3 tahun ke
belakang. Meski aku tidak ingat begitu detail, namun tak dapat kupungkiri bahwa
usahaku kemarin ada tujuannya, biar bisa kuliah. Aku tidak mau sombong
bahwa apa yang saat ini telah aku dapatkan karena usaha kerasku kemarin, tapi
aku pun tidak boleh kufur ni’mat, karena Allah telah menemani setiap
perjuanganku dan kupikir inilah balasan-Nya sesuai yang telah kulakukan dengan
sekuat-kuat berdoa.
And now? Have I purpose? What’s I got in the first semester ago?
What will I get in the next semester?
Satu semester ke belakang mungkin aku dapet ipeka 3,7 dan bisa
menambah skill bahasa Inggris. Meski nggak seberapa tapi Alhamdulillah,
daripada nggak sama sekali kan?
Tapi 3,7 kan cuma hasilnya. Kira-kira ada nggak sih ilmu-ilmu yang
masih nyangkut di kepala? Kurasa enggak. Itu berarti aku nggak menikmati
fantasi perjuangan, aku tak menyerap sensasinya sama sekali. Sehingga nggak ada
kesan yang begitu berarti. Aku nggak menikmati hasil sekarang karena ini
hanyalah hasil yang berasa hambar.
Lalu apa yang akan kulakukan 3 tahun kedepan? Apa yang akan
kudapatkan 3 tahun kedepan? Apa tujuanku untuk 3 tahun kedepan?
Jangan jauh-jauh dulu deh, di semester 2 nanti aku pengen dapet
ipeka berapa? Seberapa banyak makul yang bakal nyangkut di kepala? Karena
makul-makul tuh bakal kepakenya abis kuliah, bro! Kebayangnya abis kuliah nanti
aku wajib mengabdi di pondok, lalu apa yang bakal kuajarkan pada
santri-santriku kelak? Pastinya aku butuh banyak wawasan.
Bukan hanya itu, apakah selamanya aku akan dipekerjakan? Apakah
selamanya aku yang cari uang? Suatu hari aku pasti ingin punya praktek
konsultasi sendiri dan uanglah yang mencariku. Yaaa… meskipun konseling bukan
soal uang sih.
Tentu saja aku ingin dapat IPK 4, aku juga ingin setiap ilmu yang
kudapatkan bisa aku ingat dan dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Agar aku
tidak sia-sia kuliah jauh-jauh di Surabaya, agar aku tidak sia-sia menghabiskan
uang negara, dan aku bisa memberi ‘oleh-oleh’ yang lebih membanggakan buat
orangtua.
Yang pasti, saat ini aku tidak mau terlalu banyak mengungkapkan
tentang impian, namun aku tetap memikirkannya dan ingin mewujudkannya. Aku
hanya ingin mengungkapkannya melalui tindakan. Talk less do more.
Because every dream needs concistent for come true. Remember your
ambition in your activity!
Teteh.... tulisannya udah kaya penulis terkenal, teh, tulisannya di perbanyak lagi, biar bisa jadi buku yahhh... kalau bukunya udah terbit, gratis buat aku yah teh. ;)
BalasHapussemangat terus nadia,,
BalasHapusseperti membaca novel,,, tetap semangat sobat,,
Tulisan kamu, enak dibaca, pengandaian kata" nya juga sangt tepat
BalasHapusWiihh.. mantep.. bagus tulisannya.. lanjutkan Nad.. :)
BalasHapus