Minggu, 24 Mei 2015

WHAT WILL I GET?



Suatu hari di pesmi aku membereskan laci, lalu kutemukan sebuah binder besar di dalamnya. Tiba-tiba aku kepo dan membuka binder yang kupunya sejak kelas 1 Mu’allimien itu, karena aku tahu kalo di dalamnya terdapat banyak tulisanku semasa jahiliyyah era, semasa still blue gitu lah! Hahaha.
Memang benar, tulisanku 3 tahun lalu masih ada dan macem-macem. Kayak motivasi, mimpi, cinta, gambar-gambar setengah jadi, dsb (dan saya bingung).
Kalo tentang cinta sih nggak aku baca, pastinya lebay banget dan dengan sudut pandang gadis yang still blue banget. Lha wong ceritaannya juga pas lagi feeling blue banget sih, jadi takut terkenang luka lama. Maka perhatianku tertuju pada hal-hal yang kuimpikan. Dulu aku pengen banget dapet ranking 1 di sekolah dan berambisi masuk Psikologi UI. Pokoknya, I will do many efforts for get high education with scholarship and don’t make difficulties for my parent. Dan perhatianku makin tertuju pada sebuah halaman yang terdapat tulisan: HARAPANKU BISA MASUK 3 BESAR DI KELAS AGAR DAPAT BEASISWA BUAT KULIAH!
Hatiku bergetar dan pikiranku diselimuti lamunan panjang. Aku mencoba membuka lagi memori untuk mengingat sekeras apa usahaku 3 tahun ke belakang. Meski aku tidak ingat begitu detail, namun tak dapat kupungkiri bahwa usahaku kemarin ada tujuannya, biar bisa kuliah. Aku tidak mau sombong bahwa apa yang saat ini telah aku dapatkan karena usaha kerasku kemarin, tapi aku pun tidak boleh kufur ni’mat, karena Allah telah menemani setiap perjuanganku dan kupikir inilah balasan-Nya sesuai yang telah kulakukan dengan sekuat-kuat berdoa.
And now? Have I purpose? What’s I got in the first semester ago? What will I get in the next semester?
Satu semester ke belakang mungkin aku dapet ipeka 3,7 dan bisa menambah skill bahasa Inggris. Meski nggak seberapa tapi Alhamdulillah, daripada nggak sama sekali kan?
Tapi 3,7 kan cuma hasilnya. Kira-kira ada nggak sih ilmu-ilmu yang masih nyangkut di kepala? Kurasa enggak. Itu berarti aku nggak menikmati fantasi perjuangan, aku tak menyerap sensasinya sama sekali. Sehingga nggak ada kesan yang begitu berarti. Aku nggak menikmati hasil sekarang karena ini hanyalah hasil yang berasa hambar.
Lalu apa yang akan kulakukan 3 tahun kedepan? Apa yang akan kudapatkan 3 tahun kedepan? Apa tujuanku untuk 3 tahun kedepan?
Jangan jauh-jauh dulu deh, di semester 2 nanti aku pengen dapet ipeka berapa? Seberapa banyak makul yang bakal nyangkut di kepala? Karena makul-makul tuh bakal kepakenya abis kuliah, bro! Kebayangnya abis kuliah nanti aku wajib mengabdi di pondok, lalu apa yang bakal kuajarkan pada santri-santriku kelak? Pastinya aku butuh banyak wawasan.
Bukan hanya itu, apakah selamanya aku akan dipekerjakan? Apakah selamanya aku yang cari uang? Suatu hari aku pasti ingin punya praktek konsultasi sendiri dan uanglah yang mencariku. Yaaa… meskipun konseling bukan soal uang sih.
Tentu saja aku ingin dapat IPK 4, aku juga ingin setiap ilmu yang kudapatkan bisa aku ingat dan dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Agar aku tidak sia-sia kuliah jauh-jauh di Surabaya, agar aku tidak sia-sia menghabiskan uang negara, dan aku bisa memberi ‘oleh-oleh’ yang lebih membanggakan buat orangtua.
Yang pasti, saat ini aku tidak mau terlalu banyak mengungkapkan tentang impian, namun aku tetap memikirkannya dan ingin mewujudkannya. Aku hanya ingin mengungkapkannya melalui tindakan. Talk less do more.
Because every dream needs concistent for come true. Remember your ambition in your activity!

4 komentar:

  1. Teteh.... tulisannya udah kaya penulis terkenal, teh, tulisannya di perbanyak lagi, biar bisa jadi buku yahhh... kalau bukunya udah terbit, gratis buat aku yah teh. ;)

    BalasHapus
  2. semangat terus nadia,,
    seperti membaca novel,,, tetap semangat sobat,,

    BalasHapus
  3. Tulisan kamu, enak dibaca, pengandaian kata" nya juga sangt tepat

    BalasHapus
  4. Wiihh.. mantep.. bagus tulisannya.. lanjutkan Nad.. :)

    BalasHapus